401
***
- ,”Akhirnya... datang juga si Adik membawa sebungkus cinta untuk Abang setelah sekian gerhana matahari jiwa melanda hari-hari Abang.”
+ ,”Ini ikan asin, Bang.”
- ,”Alamak! Tapi, biarpun cinta Adik berasa asin, tetaplah diharap-harapkan oleh hati Abang yang miskin kasih sayang Adik.”
***
gombalmukelo
402
***
+ ,”Masih berhamburan perempuan di dunia ini, tapi kenapa Abang memilih Adik?”
- ,”Karena Abang menemukan sebutir mutiara di antara hamburan butir kelereng, Dik.”
***
gombalmukelo
403
***
+ , “Bang, Adik penasaran, kenapa bintang-bintang senantiasa berkedip ya?”
- ,”Itulah, Dik, karena begitu cantiknya Adik dari pagi sampai malam, bintang-bintang pun berkedip-kedip, menggodai Adik.”
***
gombalmukelo
Terima kasih idenya, Bu Rosidah Rasyid
404
***
+ ,”Abang percaya, nggak; saking niatnya meraup keuntungan banyak, tahu mentah saja diberi formalin agar awet sekian hari sebelum akhirnya dibeli, Bang.”
- ,”Adik percaya, nggak; saking niatnya meraih cinta Adik seutuhnya, Abang selalu melumuri balsem rindu di sekujur cinta Abang agar terjaga mutu dan awet sampai akhir hayat Abang, Dik.”
***
gombalmukelo
405
***
- ,”Tumben, hari ini Adik murung?”
+ ,”Lagi merenung, Bang. Tadi pagi Adik melihat seorang bapak memikul kursi kayu panjang, dan dijajakan keliling kompleks. Sampai saat ini belum laku juga. Kebetulan Adik belum punya uang. Begitu berat perjuangan demi pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga ya, Bang?”
- ,”Ya, ya, ya. Mirip dengan Abang. Saban hari sejak lama Abang memikul sekarung cinta Abang untuk Adik seorang, tapi sampai hari ini Adik tidak meliriknya. Padahal cinta Abang benar-benar gratis dan tanpa syarat. Ya, ya, ya... Beginilah beratnya perjuangan demi pertautan cinta yang murni dan konsekuen itu, Dik.”
***
gombalmukelo
406
***
+ ,”Dari pagi hingga berjumpa pagi lalu-lintas di kota ini tidak pernah lengang ya, Bang?”
- ,”Lalu-lintas pesona perempuan di dunia ini pun tidak pernah berhenti. Hanya pesona Adik yang sudi mampir di hati Abang.”
***
gombalmukelo
407
***
+ ,”Di tempat kerja Abang, banyak, nggak, karyawan perempuannya yang masih muda dan lajang?”
- ,”Banyak, Dik. Lebih dari sepuluh orang.”
+ ,”Nah, kenapa Abang malah naksir Adik, memuja-muji Adik, mencintai Adik, dan seterusnya?”
- ,”Coba Adik tanyakan pada diri Adik sendiri karena Abang tidak bisa lagi menjelaskannya dengan kata-kata, garis-garis, isyarat-isyarat, dan lain sebagainya.”
***
gombalmukelo
408
***
+ ,”Kertas formulir untuk apa ini, Bang? Duuuh, foto-foto Adik diobrak-abrik!”
- ,”Ssst... tenang saja. Abang mau mengajukan sertifikasi untuk kecantikan Adik. Yah, walaupun Abang tidak peduli kalo pemerintah tidak mengakui kecantikan Adik.”
***
gombalmukelo
409
***
+ ,”Gombalnya Abang ini sebanyak bintang di langit dan pasir di laut ya, Bang?”
- ,”Tapi hanya satu yang bukan gombal, dan itu sudah tersimpan di hati Adik. Ya, kan?”
***
gombalmukelo
410
***
+ ,”Memang nggak enak kalo dicuekin ya, Bang.”
- ,”Abang juga begitu. Adik cuekin melulu. Padahal Abang sudah mati-matian mendekati Adik, menyapa Adik, tersenyum pada Adik.”
***
gombalmukelo
411
***
+ ,”Banyak jalan rusak ya, Bang. Mutu kelas III, dilindas kendaraan berton-ton saban menit. Duh, kapan ya bisa mulus lagi kayak sedia kala?”
- ,”Hati Abang pun kayaknya bakal rusak karena dilalui pesona Adik yang berton-ton beratnya. Duh, kapan ya Adik sudi menjadi kekasih Abang sehingga hati Abang bisa pulih seperti sedia kala?”
***
gombalmukelo
412
***
+ ,”Bang, tanggal satu Mei ini, kan, Hari Buruh Sedunia. Kok Abang malah mendatangi Adik, bukannya turun bersama kawan-kawan Abang untuk unjuk rasa atau menyatakan sikap buruh? Kan Abang juga buruh, bahkan kuli.”
- ,”Sssst... Adik jangan bilang ke siapa-siapa, Abang membelot.”
+ ,”Payah Abang nih! Tidak setia kawan itu namanya!”
- ,”Sejak jumpa Adik, Abang langsung kehilangan ciri keburuhan Abang. Abang milih jadi pecinta, Dik. Memang tidak setia kawan tapi Abang pasti setia kawin, Dik.”
***
gombalmukelo
413
***
+ ,”Sebagai kuli dengan upah yang jauh dari standar wajar, kenapa Abang nekat mencintai Adik? Biaya hidup berkeluarga itu tidak sedikit lho, Bang. Gaji Abang bisa kewalahan tuh untuk menghidupi Adik.”
- ,”Dik, begini. Kalo Adik membalas cinta Abang, dan menyadari hakikat hidup sejati dan cinta yang murni dan konsekuen, upah atau gaji bukan masalah. Upah bisa dihitung tapi rejeki, siapa tahu? Cinta murni dan konsekuen bisa menjadi rekening rejeki, Dik.”
***
gombalmukelo
414
***
- ,”Bapaknya Adik guru ya?”
+ ,”Bukan, Bang.”
- ,”Ah, rasa-rasanya Abang ingin ngajak Adik kursus bersama untuk belajar menyatukan pemahaman tentang satu cinta, satu rindu, dan satu tujuan bercinta.”
***
gombalmukelo
415
***
- ,”Adik bekerja di bagian penerima tamu ya?”
+ ,”Abang lagi main tebak-tebakan kayak di OVJ itu ya? Ya jelas bukan, Bang.”
- ,”Tapi senyumnya Adik melebihi para penerima tamu di kantor-kantor, hotel-hotel, dan lain-lain. Senyum yang tulus, bukan senyumnya vulus.”
***
gombalmukelo
416
***
- ,”Waktu flesdis pertama muncul, harganya mahal banget dibanding sekarang, Dik. Untuk yang seratus delapan belas mega saja, harganya seratus ribu rupiah. Kini, yang delapan giga alias delapan ribu mega, harganya hanya delapan puluhan ribu rupiah.”
+ ,”Wajarlah, Bang. Peralihan dari disket yang cuma bisa menampung enam mega menjadi flesdis yang lebih dari seratus mega bait. Yang masih memegang rekor, ya hardis luar, Bang.”
- ,”Tapi semua itu kalah dengan ingatan Abang yang bisa menampung segala tentang kita, yang entah berapa ribu gigabait karena kisah kita masih sepanjang putaran bumi ini, Dik.”
***
gombalmukelo
417
***
+ ,”Kalo Adik amati diri Abang, waktu SMP dan SMA Abang pasti bandel, bahkan bandelnya nggak ketulungan deh.”
- ,”Jelas, Dik. Sampai kini Abang bandel, dan tetap bandel untuk terus mengharapkan balasan cinta Adik hingga hidup penuh cinta dengan Adik.”
***
gombalmukelo
418
***
+ ,”Bang, kalo cowok melihat, eh, menilai cewek, pasti yang pertama adalah fisiknya. Beda dengan cewek. Cewek lebih cenderung pada karakter si cowok, ‘ini cowok pola pikirnya bagus, nggak; ini cowok penyabar, nggak; ini cowok asyik bergaul, nggak; ini cowok bisa diandalkan, nggak; dan lain-lain’. Lebih ke arah non fisik, Bang. Kalo Abang pribadi, gimana?”
- ,”Abang punya mata masih normal dan realistis, Dik. Jelas Abang menilai pertama dari fisik. Biarpun cantik kayak ratu bidadari, tapi kalau itu hanya hantu gentayangan atau cuma bisa ditonton di layar kaca, ya mana mungkin Abang mau, Dik. Makanya Abang pilih Adik saja. Sudah cantik, baik pula!”
***
gombalmukelo
419
***
+ ,”Menurut Abang, pacaran jarak jauh lewat internet itu gimana?”
- ,”Jarak jauh ataukah jarak dekat, yang terpenting hanyalah cinta, Dik. Walaupun dekat dengan Agnes Monika, tapi tanpa satu kesepakatan rasa atau satu tujuan cinta, ya nggak mungkin pacaran. Jadi, bagaimana, Dik? Kita sudah dekat, Abang sangat menantikan kata sepakat. Cepat atau lambat, semoga waktunya tepat.”
***
gombalmukelo
420
***
+ ,”Bang, jenis-jenis buaya itu banyak ya. Ada buaya darat, buaya laut, dan buaya udara.”
- ,”Kalo buaya darat, Abang tahu. Tapi buaya laut dan udara, julukan ini Abang tahu sekarang dari Adik.”
+ ,”Abang kurang wawasan. Buaya laut itu, ya biasanya pelaut. Buaya udara, ya biasanya pilot atau pengguna internet . Kalo Abang, jenis buaya apa?”
- ,”Abang, kan, manusia, laki-laki, Dik. Masak sih Abang harus pinjam rok atau daster Adik untuk jadi Bu Aya. Nah, kalo jadi ayah, Adik jadilah ibu untuk anak-anak Abang kelak.”
***
gombalmukelo
421
***
+ ,”Bang, makin hari berita-berita di media memperlihatkan kondisi pengelolaan bangsa ini kian nggak beres ya. Legislatif, eksekutif, yudikatif...”
- ,”Abang nggak tahu lagi kondisinya, Dik. Fokus Abang hanyalah usaha mendapatkan cinta Adik. Terserah bangsa ini mau dibawa ke mana, asalkan tidak terjadi seperti lirik lagu ‘mau dibawa ke mana, hubungan kita’. Mari kita jadikan cinta sebagai pengelola hubungan kita, Dik.”
***
gombalmukelo
422
***
+ ,”Eh, Abang. Tumben makan siang di warung kecil ini juga.”
- ,”Lho, Adik makan di sini. Waduh, kalo tahu Adik makan di sini sejak jaman purba dulu, pasti Abang sudah jadi pelanggan tetap di sini.”
+ ,”Ah, Abang, kelaparan masih juga menggombal. Sana, Abang pilih dulu, menunya apa.”
- ,”Tadi Abang lihat, menunya... kayaknya kalah sedap dibanding bibir Adik.”
***
gombalmukelo
423
***
- ,”Hidup kok lebih besar pasak daripada tiang.”
+ ,”Kenapa, Bang? Boros lantas tekor?”
- ,”Nggak sih. Cuma, selama ini lebih banyak rayuan Abang deh, daripada mendapatkan imbalan cinta dari Adik.”
***
gombalmukelo
424
***
- ,”Mencari batik sampai ke pasar Subang.”
+ ,”Ah, Abang, kenapa juga sampai sana. Apa tidak ada di pasar sekitar tempat tinggal Abang?”
- ,”Abang mau berpantun kilat alias karmina sejenak, Dik. Itu tadi sampirannya.”
+ ,”Okelah, Bang. Silakan dilanjut ke isinya.”
- ,”Adik cantik, kapankah membalas cinta Abang?”
***
gombalmukelo
425
***
+ ,”Selama hampir tiga tahun ini paket Abang lenyap di kantor pos ya?”
- ,”Iya. Kantor pos dan gombal.”
+ ,”Hi hi hi hi... Kalah dong gombalnya Abang? Jadi malu nih...”
- ,”Biar kalah, asalkan Adik tetap sudi memberi hati Adik untuk Abang.”
***
gombalmukelo
426
***
+ ,”Bang, tadi ada yang mengirimkan puisi cinta untuk Adik. Duuuh, bahasanya, Bang... Kata-katanya, Bang...”
- ,” Hati-hati, Dik. Satu kata puisi itu jutaan makna. Adik bisa salah paham. Dia memuji, padahal menghina. Untuk menolak saja, berputar-putar dari Ancol, Bunaken, Raja Ampat, Parai Tenggiri, Senggigi, pulau Komodo, Borobudur, Ubud, dan lain-lain. Kalo Abang sih langsung saja. Satu makna, yaitu cinta. Cinta bilang cinta. Tidak cinta, Abang tetap mencintai Adik.”
***
gombalmukelo
427
***
+ ,"Dari mana, Bang, lepas tengah malam baru muncul? Mau ronda?"
- ,"Ya, Dik, Abang mau merondai hati Adik."
***
gombalmukelo
428
***
+ ,"Ada mantan menteri. Adakah mantan penyair, Bang?"
- ,"Ada ataukah tidak, yang jelas bahwa Adik juga kelak bisa jadi mantan pacar Abang setelah menjadi istri Abang."
***
gombalmukelo
429
***
+ ,"Bang, menyukai sesama jenis atau percintaan sesama jenis itu normal, nggak sih?"
- ,"Normal, Dik. Contohnya, Abang sangat menyukai Adik. Kita masih sesama jenis, yakni jenis manusia. Percintaan beda jenis, itu yang nggak normal. Misalnya percintaan jenis manusia dan jenis jin, jenis manusia dan jenis tanaman, dan lain-lain."
***
gombalmukelo
430
***
+ ,"Keluar alias risain dari tempat kerja tapi pekerjaan belum usai, gimana menurut Abang? Apakah ada hubungannya dengan cinta?"
- ,"Adik nyindir Abang ya?"
+ ,"Lho, Abang begitu juga? Ha ha ha ha..."
- ,"Sebenarnya risain itu sama dengan putus perjuangan cinta sebelum waktunya. Artinya, memang tidak mencintai. Seperti usaha Abang yang belum jelas pada akhirnya kelak Adik dipinang siapa. Seharusnya Abang pantang berhenti sebelum ada janur melengkung di depan rumah Adik dan Adik bersanding dengan laki-laki lain."
+ ,"Berarti Abang menunggu Adik dilamar laki-laki lain?"
- ,"Tentu tidak! Perjuangan belum sampai merdeka. Dengan semangat Empat Lima, Abang harus merebut Adik dari penjajahan asing!"
***
gombalmukelo
431
***
+ ,”Risain itu, kan, banyak sebabnya. Salah satunya, karena mendapatkan tempat dan bayaran lebih bagus. Juga panjang perjalanan kariernya. Itu positif ataukah negatif, Bang?”
- ,”Kalo positif, berarti hamil. Kalo negatif, berarti tidak hamil. Adik sudah positif? Betapa hancur-lebur hati Abang, Dik!”
***
gombalmukelo
432
***
- ,”Abang dapat kabar dari burung layang-layang, Adik mau risain ya?”
+ ,”Iya, Bang.”
- ,”Kenapa?”
+ ,”Ada tawaran yang lebih menarik dan menggiurkan. Pokoknya, tempat kerja yang baru lebih baiklah.”
- ,”Godaan selalu ada. Iming-iming selalu hilir-mudik. Seperti juga cinta. Ketika ada laki-laki lain yang lebih dari Abang, Adik akan segera pergi. Tapi kalo ada yang lebih dari Adik, itu pasti berita dari burung layang-layang. Abang sih tidak akan ke lain hati, Dik. Apa pun kelebihan Adik, tetap Abang cintai.”
***
gombalmukelo
433
***
+ ,”Abang pasti menggombal untuk banyak perempuan juga, kan? Hayo, jujur saja, Bang.”
- ,”Jangankan untuk banyak atau dua perempuan, lha wong menggombali Adik seorang saja Abang belum mendapat kepastian cinta!”
***
gombalmukelo
434
***
+ ,"Abang mencintai kelebihan Adik, apakah Abang tidak mencintai kekurangan Adik?"
- ,"Semua orang pasti punya kekurangan. Tapi kalo kelebihan, di bawah kolong langit ini mana ada perempuan lain yang memiliki kelebihan seperti Adik?"
***
gombalmukelo
435
***
+ ,"Kalo di antara pembaca gombal Abang ini ada beberapa perempuan yang jatuh cinta lantas mengejar cinta Abang, bagaimana tanggung jawab Abang?"
- ,"Ibarat pohon jambu di pakarangan rumah Abang. Suatu saat ada yang mengambil buah jambu lalu menyantapnya tapi kemudian sakit perut, apakah Abang harus bertanggung jawab? Tapi kalo Adik yang mengambil jambu itu, Abang berani jamin, Adik tidak akan sakit perut, tapi sebaliknya, menyehatkan dan bikin ketagihan."
***
gombalmukelo
436
***
+ ,”Tidak lelahkah Abang menggombali Adik?”
- ,”Tidak lelahkah Adik mendiamkan uluran cinta Abang?”
***
gombalmukelo
437
***
+ ,”Kalo Adik menerima uluran cinta Abang, bagaimana selanjutnya?”
- ,”Selanjutnya, berikanlah cinta Adik untuk Abang.”
+ ,”Cuma begitu saja?”
- ,”Kalo Adik mau memberikan tambahannya, Abang pasti menerimanya dengan senang hati!”
***
gombalmukelo
438
***
+ ,”Dalam satu hari, kalo Adik hitung, Abang memuji-muji, memuja-muja dan menyatakan cinta pada Adik sebanyak sembilan sampai sepuluh kali. Adik curiga, jangan-jangan ini benar-benar gombal.”
- ,”Kalo satu hari satu kali Abang menghina Adik, bagaimana?”
+ ,”Jelas nggak mau dong, Bang!”
- ,”Ya, ya, ya... Saban hari Abang hanya ingin memberikan apa yang selalu menyenangkan bagi Adik.”
***
gombalmukelo
439
***
+ ,"Duduk lama-lama dekat Abang, Adik jadi kesemutan nih."
- ,"Karena Adik terlalu manis."
***
gombalmukelo
440
***
+ ,”Abang dari tadi melihat langit, meminta wangsitkah selagi malam Jumat nan keramat ini?”
- ,”Memastikan wangsit untuk masa depan cinta Abang pada Adik yang tergantung di awang-awang, sebab Adik masih menyembunyikan impian indah Abang.”
***
gombalmukelo
441
***
+ ,”Sportivitas dalam bercinta, adakah, Bang?”
- ,”Ada! Contohnya Abang, selalu mengejar-ngejar cinta Adik.”
***
gombalmukelo
442
***
+ ,”Adik pernah baca tulisan seorang kawan Abang, bahwa Abang pernah gila. Benarkah, Bang?”
- ,”Ya, sebelum berjumpa Adik. Bagi Abang, Adiklah dokter jiwa yang paling hebat sedunia! Dokter jiwa lainnya? Ah, gombal semua itu. Kini Abang sudah pulih, kembali ke sediakala, karena Adik telah mengembalikan seluruh jiwa Abang yang berantakan. Kalo nanti Adik meninggalkan Abang, pastilah kambuh bahkan lebih parah kegilaan Abang.”
***
gombalmukelo
443
***
- ,”Cinta, adalah, kenangan...”
+ ,”Duuuh, yang lagi nyanyi lagu kenangan untuk mengenang cinta usangnya...”
- ,”Ya, mengenang kepercumaan cinta usang demi menjunjung tinggi cinta sekarang, yaitu cinta pada Adik, yang tak lekang serta tak lapuk hingga matahari tidak bersinar lagi selamanya.”
***
gombalmukelo
444
***
+ ,”Kalo Abang dapat hadiah rumah mewah, mobil mewah, tabungan milyaran rupiah, tiket keliling dunia, jaminan kesehatan berkelas presiden seumur hidup di rumah sakit internasional, dan segala kemewahan, bagaimana tanggapan Abang?”
- ,”Dik, janganlah hadiah serba wah itu melingkupi Abang. Harapan Abang hanyalah Adik seorang. Hadiah termewah, termegah, terbugar, dan terbesar semua itu tidaklah mampu melebihi anugerah mendapatkan Adik. Adiklah anugerah tiada tanding dan tiada banding bagi seluruh hirupan napas Abang.”
***
gombalmukelo
445
***
- ,”Dik, Abang naksir Adik.”
+ ,”Bang, Adik tidak naksir Abang.”
- ,”Dik, Abang tidak naksir Adik.”
+ ,”Bang, Adik naksir Abang.”
- ,”Terpujilah alam semesta raya!”
***
gombalmukelo
446
***
+ ,”Dari tadi Adik lihat, Abang celingak-celinguk dari rak ke rak lainnya. Sebenarnya Abang mau beli apa sih?”
- ,”Kalo di rak ada terpajang cinta Adik, Abang akan borong sampai ke gudangnya sekalian. Biarlah Abang melarat kuadrat, asalkan seluruh cinta Adik bisa Abang dekap erat!”
***
gombalmukelo
447
***
+ ,”Bang, belilah shampoo atau tonik yang manjur untuk menumbuhkan rambut depan Abang itu.”
- ,”Abang mau cari shampoo yang dapat menumbuhkan cinta Adik untuk Abang dalam benak Adik.”
***
gombalmukelo
448
***
- ,”Sebagian orang membuang waktu secara percuma untuk sesuatu yang sia-sia.”
+ ,”Sedang menyesali dirikah lantaran membuang waktu hanya untuk menggombali Adik? Makanya, Bang, pikirkan masa depan, dan bekerja baik-baik untuk masa depan.”
- ,”Justru Adiklah masa depan Abang.”
***
gombalmukelo
449
***
+ ,”Pepatah kuno bilang, ‘Rumput tetangga lebih hijau’. Kalo menurut Abang, bagaimana pepatah itu?”
- ,”Itu jelas kuno. Lahan masih seabrek-abrek. Wajar bicara soal rumput. Kalo kini, konblok tetangga lebih rapi. Kalo versi Abang, sehijau-hijaunya rumput, serapi-rapinya konblok, ataupun seasri-asrinya taman tetangga, kebun Adik tetap paling subur.”
***
gombalmukelo
450
***
+ ,”Kecantikan dan rambut indah itu berhubungan erat ya, Bang?”
- ,”Ya, kecantikan tiada arti tanpa rambut indah. Rambut indah tiada arti tanpa kecantikan. Begitu kata Warkop DKI. Kata Abang, kecantikan ratu kecantikan beserta rambutnya yang indah tiada arti ketika diadu dengan kecantikan dan keindahan rambut Adik.”
***
gombalmukelo
451
***
+ ,”Abang mulai suka becermin. Hayooo... mulai genit.”
- ,”Dik, pesona fisik itu fana. Sekian waktu pasti sirna.”
+ ,”Kecantikan Adik juga begitu ya, Bang?”
- ,”Tidak mungkin. Tapi keburukmukaan Abang pastilah sirna, berganti ganteng. Kita akan disebut jodoh.”
***
gombalmukelo
452
***
+ ,”Bang, siapa sih yang pertama kali menyalakan obor PERTAMINA di jalan Minyak Balikpapan itu?”
- ,”Namanya Mathilda.”
+ ,”Cantikkah dia?”
_ ,”Biarpun cantik dan bisa menyalakan obor itu, Adiklah yang paling cantik dan telah menyalakan cinta di bilik hati Abang yang tersembunyi dari pipa-pipa hisap PERTAMINA.”
***
gombalmukelo
453
***
+ ,”Kalo Abang memang serius mencintai dan hendak meminang Adik, nasehat tetua Bangka bilang, ‘Pacak-pacaklah Abang ngambik ati makku’. Bisa-bisalah Abang ngambil hati ibunya Adik.”
- ,”Bagi Abang, yang terpenting adalah mengambil hati dan cinta Adik. Belum juga mendapatkan itu, masak sih sudah harus mengambil hati ibunya Adik. Abang tidak rakus, Dik.”
***
gombalmukelo
454
***
+ ,”Bang, Adik sudah ngantuk nih.”
- ,”Tidurlah, Dik. Pakailah bantal cinta dan selimut rindu Abang agar esok pagi kecantikan Adik memancar lebih cerlang dari surya timur.”
***
gombalmukelo
455
***
+ ,”Bang, jangan membuang sampah sembarang dong.”
- ,”Cinta Abang memang sampah, Dik. Sudikah Adik menampung cinta Abang dan merawatnya?”
***
gombalmukelo
456
***
+ ,”Bang, nanti pulangnya kita jangan lewat gang itu ya?”
- ,”Kenapa, Dik?”
+ ,”Banyak cowok yang suka menggoda Adik.”
- ,”Begitulah risiko jadi perempuan cantik, Dik. Kalo Abang lewat situ, sama sekali tidak ada cowok yang menggoda Abang. Mungkin beginilah risiko orang jelek ya, Dik.”
***
gombalmukelo
457
***
+ ,”Minggu dini hari atau jam tiga lewat sepuluh waktu Kaltim, akan terjadi Supermoon, Bang! Apakah ini dampak kedatangan SUJU alias Super Junior ya, Bang?”
- ,”Waduh, Abang ketinggalan berita nih, Dik.”
+ ,”Ah, Abang, makin nggak gaul aja!”
- ,”Karena Abang sudah bahagia bergaul dengan Adik.”
***
gombalmukelo
458
***
- ,”Dik, Abang sampai kini heran, mau-maunya orang makan makanan yang merepotkan.”
+ ,”Makan apa itu, Bang?”
- ,”Kuaci, Dik.”
+ ,”Pantesan Abang tidak pernah satu kali pun membeli kuaci. Abang suka repot apa?”
- ,”Abang lebih suka merepotkan diri dengan mendekati Adik karena Adik jauh lebih asyik daripada segudang kuaci.”
***
gombalmukelo
459
***
+ ,”Sayang sekali, awan gelap sedang membendung aksi supermoon, Bang.”
- ,”Bukan, Dik! Supermoon sembunyi karena takut bertatapan dengan pesona Adik.”
***
gombalmukelo
460
***
+ ,”Bang, bulan depan ada acara seminar tentang motivasi. Pembicaranya adalah seorang motivator tersohor. Abang mau ikut ke acara itu, nggak?”
- ,”Selama ini, bagi Abang, motivator terhebat di dunia ini adalah Adik. Dalam diam pun Adik sudah memberi motivasi bagi Abang untuk tetap percaya pada keindahan cinta.”
***
gombalmukelo
461
***
- ,”Dik, coba senyum lagi.”
+ ,”Ah, Abang, nggodain terus.”
- ,”Naaaah! Gitu dong. Senyum. Pasalnya, setiap Adik tersenyum, seketika hidup ini jadi begitu indah, begitu menyenangkan, dan semua masalah berat pun jadi ringan dan menyenangkan untuk diselesaikan.”
***
gombalmukelo
462
***
+ ,”Adik mandi dulu ya, Bang.”
- ,”Nggak usah mandi, Dik. Aroma Adik jauh lebih manjur daripada segala aroma terapi!”
***
gombalmukelo
463
***
+ ,”Banyak orang suka mencari nama ya, Bang.”
- ,”Mereka lupa akte kelahiran mereka di mana. Tapi nama Adik sudah terpatri dan termaterai dalam jiwa Abang.”
***
gombalmukelo
464
***
+ ,”Tidak sedikit orang mencari muka, Bang. Tapi di mana ya hilangnya muka mereka?”
- ,”Abang sudah bersyukur, selalu bertatapan muka dengan Adik.”
***
gombalmukelo
465
***
+ ,”Abang suka bekerja di balik layar ataukah di depan layar?”
- ,”Abang bukan dalang wayangan, Dik. Abang paling suka bekerja berdua Adik.”
***
gombalmukelo
466
***
- ,”Dengan mata elang, mata manusia, dan mata katak. Lalu, Utara-Selatan, Timur-Barat...”
+ ,”Apaan sih, Bang?”
- ,”Dari perspektif manapun, Adik tetap cantik!”
***
gombalmukelo
467
***
+ ,”Bang, kenyataan hidup ini tidaklah seindah gombal-gombal Abang.”
- ,”Kenyataan hidup Abang selalu indah selama ada Adik dalam keseharian Abang.”
***
gombalmukelo
468
***
- ,”Kesabaran selalu diuji dalam hidup ini.”
+ ,”Ya, Bang. Orang sabar selalu disayangi Tuhan.”
- ,”Abang juga mau disayangi Adik yang baik, cantik, cerdas dan cermat ini.”
***
gombalmukelo
469
***
- ,”Kuda yang paling mewah, apa, Dik?”
+ ,”Ferari, Bang.”
- ,”Bagi Abang, kuda yang paling mewah itu adalah kuda-patkan hati dan cinta Adik.”
***
gombalmukelo
470
***
+ ,”Bang, Adik mohon, jangan terlalu mengharapkan cinta Adik.”
- ,”Dik, Abang berharap diri Abang tidak berhenti mengharapkan uluran cinta Adik yang super itu.”
***
gombalmukelo
471
***
+ ,”Bang, kenapa ya orang baik itu selalu cepat meninggal dunia?”
- ,”Tidak selalu begitu, Dik. Adik yang baik dan cantik ini tidak akan pergi secepatnya karena belum sepenuhnya menikmati cinta dan rindu Abang.”
***
gombalmukelo
472
***
+ ,”The time is money, Bang.”
- ,”The time is love, Dik.”
+ ,”Tapi, uang, kan, sangat penting bagi hidup di dunia, Bang?”
- ,”Iya. Tapi, bukan berarti uang untuk membeli atau membayar cinta. Ada ataukah bokek, Abang tetap mencintai Adik dan berharap balasan cinta Adik. Adik berduit ataukah melarat, Abang tetap cinta. Dengan semangat cinta, Abang selalu berusaha bekerja sebaik-baiknya, mendapat uang, dan berani menafkahi Adik sebagai salah satu bukti cinta Abang pada Adik. Cinta adalah jiwa kehidupan, sedangkan uang hanyalah alat. Cinta dibuktikan tidak hanya dengan uang. Adik bukan pelacur tetapi manusia terbaik, tercantik, dan termahal bagi Abang sepanjang masa.”
***
gombalmukelo
473
***
+ ,”Bang, hampir seluruh tambang dunia, adanya di Indonesia ya? Kaya sekali Indonesia ya, Bang?”
- ,”Entahlah, Dik. Indonesia kaya, Abang tidak juga kaya. Abang hanya kaya cinta, Dik. Cinta itu mineral yang tidak pernah habis dalam diri Abang untuk Adik. Dan tidak berdampak sistemik.”
***
gombalmukelo
474
***
- ,”Apa ya, Dik, asyiknya berwisata ke tempat-tempat paling eksotik, paling keren, dan paling heboh?”
+ ,”Makanya, Bang, menabunglah banyak-banyak. Cari info mengenai tempat-tempat wisata yang serba paling itu. Nanti Abang bisa merasakan sendiri asyiknya.”
- ,”Bagi Abang, justru Adiklah tujuan wisata Abang. Paling mantap sedunia, Dik!”
***
gombalmukelo
475
***
+ ,”Bang, Adik pernah kenal cowok, terus ngomongnya selalu membawa-bawa ayat-ayat langit dan nama Tuhan, ujung-ujungnya dia bilang suka ama Adik. Tapi Adik pada dasarnya nggak suka ama cowok itu, ya Adik tolak.”
- ,”Cowok yang begitu saja sudah suka ama Adik, apalagi Abang yang bobrok ini, Dik!”
***
gombalmukelo
476
***
+ ,”Keluarga Syahrini, Bang, punya tradisi mas kawin mobil mewah!”
- ,”Kasihan ya, Dik. Mereka biasa hidup miskin jiwa-raga. Baru mobil mewah saja sudah bahagia.”
+ ,”Abang juga miskin, bahkan melarat. Kok sinis begitu?”
- ,”Miskin secara materi, Dik, secara kelihatan. Tapi dalam hati Abang sudah kaya-raya dan amat sangat berbahagia karena ada Adik yang cantik jelita. Adiklah harta tiada terkira bagi hidup Abang.”
***
gombalmukelo
477
***
- ,”Perkenalkan, ini kendaraan andalan Abang.”
+ ,”Ha ha ha ha... gerobak yang biasa dipakai orang Dinas Kebersihan Kota, kok Abang anggap kendaraan andalan, Bang?”
- ,”Iya dong, Dik. Abang mau memakainya untuk membersihkan Adik dari rayuan gombal para pria.”
***
gombalmukelo
478
***
+ ,”Adik sering ketawa sendiri kalo Abang menggombali Adik.”
- ,”Kenapa begitu, Dik?”
+ ,”Asli, kelihatan banget Abang dari udik. Gombalnya kampungan!”
- ,”Karena itulah Abang suka ama Adik, orang kota. Paham banget soal kemajuan dan modern. Kalo Abang cuma suka ama perempuan kampung, kapan Abang bisa maju dan tidak memalukan leluhur Abang, Dik?”
***
gombalmukelo
479
***
- ,”Ternyata mbah Google bukanlah mesin pencari yang canggih!”
+ ,”Abang mencari situs apa sih? Yang plus-plus, ataukah yang hush-hush?”
- ,”Mencari cinta Adik, di mana Adik sembunyikan.”
***
gombalmukelo
480
***
+ ,”Aneka minuman ringan sudah menunggu uluran tangan Abang. Sama sekali belum Abang sentuh. Adakah yang kurang?”
- ,”Abang dahaga cinta Adik. Abang ingin menenggak kerinduan Adik pada Abang.”
***
gombalmukelo
481
***
+ ,”Bang, selagi usia produktif dan ekonomi masih semrawut, cobalah kerja apa, gitu. Ngutang sana, ngutang sini. Makan hanya hari Senin dan Kamis. Itu, pun, habis makan langsung ngabur.”
- ,”Abang sudah kaya-raya, untuk apa kerja, Dik?”
+ ,”Kaya-raya?”
- ,”Abang sudah kaya-raya karena memiliki Adik.”
***
gombalmukelo
(ini asli gombal gembel!)
482
***
- ,”Sudah sekian purnama, Abang berkelana, tidak jua mendapatkan.”
+ ,”Jadi pemulung gitu saja, kok bilang berkelana sih, Bang?”
- ,”Iya, berkelana memulung cinta Adik tapi tidak juga dapat.”
***
gombalmukelo
483
***
+ ,”Suap disebut rejeki. Malak lewat biaya administrasi siluman, disebut dapat rejeki. Korupsi disebut usaha mendapatkan rejeki. Ngutil anggaran pendapatan daerah, disebut ngambil rejeki. Makna rejeki kok bisa begitu amburadul, ya, Bang?”
- ,”Sama juga dengan sebutan gombal, Dik. Abang mengagumi Adik, menyanjung Adik, menyukai Adik, tergila-gila pada Adik, disebut ‘gombal’. Semoga Adik tidak terpengaruh oleh semua sebutan yang amburadul begitu, khususnya pada keterpesonaan Abang pada Adik.”
***
gombalmukelo
484
***
- ,”Adik tahu, nggak, Bundaran Hotel Indonesia di Jakarta itu?”
+ ,”Ah, Abang, itu aja ditanyakan ke Adik. Abang malah belum pernah demo di sana!”
- ,”Seperti itu lintasan cinta Abang. Susah-payah memutari bulatan bumi, kembali-kembalinya kepada Adik juga.”
****
gombalmukelo
485
***
- ,”Dik, kangkung memang bisa bikin ngantuk ya?”
+ ,”Gombal Abang justru yang selalu bikin Adik ngantuk.”
- ,”Daripada bikin Adik nggak bisa tidur, kepikiran, kuatir, cemas, gelisah, dan lain-lain, berarti gombal Abang berhasil menggiring Adik menuju nyenyak yang didambakan banyak orang. Berarti Abang harus rajin menggombali Adik. ”
***
gombalmukelo
486
***
+ ,”Oooo... ini ya yang namanya Theodolite itu, Bang? Bukit mana lagi nih yang bakal Abang botaki?”
- ,”Abang mau pakai untuk mengukur jarak cinta Adik terhadap Abang sehingga Abang bisa lebih akurat dalam memperkirakan berapa lama cinta Adik bisa sampai pada Abang.”
***
gombalmukelo
487
***
+ ,”Sebagian orang suka lebay ya, Bang? Kalo lagi baru mendapatkan sesuatu yang didambakan, wuih! Senangnya seperti orang paling senang di dunia. Tapi kalo baru kena masalah, langsung merasa dirinya paling malang di dunia.”
- ,”Itu Abang banget, Dik! Kalo Adik menolak cinta Abang, dunia bagaikan sudah kiamat. Tapi kalo Adik membalas cinta Abang, dunia bagaikan di surga.”
***
gombalmukelo
488
***
+ ,”Tidur yang bermutu itu adalah pulas selama delapan jam, Bang.”
- ,”Bagi Abang, tidur yang paling bermutu itu adalah bermimpi tentang kita berdua di sebuah tempat terindah di dunia.”
***
gombalmukelo
489
***
- ,”Darilah dahan punai melayang, Sam Pek Ingtai menatap bimbang.”
+ ,”Isinya, Bang?”
- ,”Duhai Adik yang Abang sayang, sampai kapan cinta Abang mengambang?”
***
gombalmukelo
490
***
- ,”Kalau cerita tiba-tiba berhenti, bagai embun terjebak di daun talas.”
+ ,”Duuuh, suka banget, Abang berpantun lagi. Adik jadi ingat orang-orang Melayu di Bangka, Bang.”
- ,”Mau dilanjut, nggak?”
+ ,”Juwelas duwong, Bang!”
- ,”Galaunya cinta Abang menanti, Adik tersayang belumlah membalas.”
***
gombalmukelo
491
***
- ,”Pohon beringin dipaku anak-anak, lubangnya banyak hati pun tergidik.”
+ ,”Kasihan ya, Bang, pohon nggak salah kok dipaku-paku sampai begitu.”
- ,”Ini sampiran pantun, Dik, bukan soal penganiayaan terhadap makhluk beda jenis.”
+ ,”Oke deh, lanjutkan isinya, Bang.”
- ,”Mohon berikan waktu sejenak, Abang hendak memandang pesona Adik.”
***
gombalmukelo
492
***
- , “Pohon sena dinaiki ular berbisa, seekor tupai terhimpit di lubang.”
+ ,”Maksudnya apa, Bang?”
- ,”Pesona Adik sangat luar biasa, sampai terbawa di mimpi Abang.”
***
gombalmukelo
493
***
+ ,”Martabak manis disebut juga martabak terang bulan. Kalo di Bangka, namanya apa, Bang?”
- , “Hok lopan. Adik mau beli?”
+ ,”Nggak ah. Mending martabak telor.”
- ,”Iya. Adik sudah sangat manis, tidak usah lagi makan martabak manis.”
***
gombalmukelo
494
***
+ ,”Bapaknya Abang pegawai kelurahan ya?”
- ,”Sudahlah, Adik tidak perlu menggombal kayak OVJ. Tanpa menggombal pun pesona Adik sudah membuat Abang klepek-klepek kok.”
***
gombalmukelo
495
***
- ,”Banyak jalan menuju Roma.”
+ ,”Emangnya Abang pernah ke sana, kok latah memakai istilah?”
- ,”Baru bisa makan biskuitnya saja bareng Adik. Tapi, waktu itu Abang sudah merasa ke sana berdua dengan Adik. Makanya, Abang begitu terkesan hingga sangat menginginkan Adik mau Abang ajak ke sana. Tanpa Adik, mending Abang tidak ke sana deh, biarpun segalanya diongkosi biro perjalanan kelas dunia. Apalah hebatnya Roma tanpa adanya diri Adik bersama Abang.”
***
gombalmukelo
496
***
+ ,”Adik kini sering geli sendiri melihat para rocker jadul, Bang. Rambut gondrong, badan tatoan, lagak garang... Ternyata lagu-lagunya melow, gombal dan lebay!”
- ,”Begitulah laki-laki, Dik. Sesangar-sangarnya laki-laki, tetaplah tidak bergeming pada pesona wanita. Untungnya, mereka belum sempat bertemu Adik. Kalo bisa bertemu Adik, pasti hancur-lebur jadi bubur hati Abang!”
***
gombalmukelo
497
***
- ,”Senyum manis siapakah yang pernah membuat dunia terguncang, Dik?”
+ ,”Monalisa, Bang. Tokoh dalam lukisan karya Leonardo da Vinci.”
- ,”Ya, karena dunia belum kenal siapa Adik seperti yang Abang kenal. Bagi Abang, senyum manis terheboh di dunia adalah senyuman Adik, dan tidak bisa terlukiskan!”
***
gombalmukelo
498
***
- ,”Waktu kecil, cita-cita Adik mau jadi apa?”
+ ,”Dokter. Bang.”
- ,”Oooo... pantesan selama ini Adik sudah menyembuhkan segala luka masa lalu di lubuk hati Abang.”
***
gombalmukelo
499
***
+ ,”Bang, sebenarnya surga dunia itu apa sih maksudnya?”
- ,”Baru kali ini Abang tahu, ada surga menanyakan perihal surga ke Abang!”
***
gombalmukelo
500
***
- ,”Adik tahu, kan, para perempuan legendaris semacam Cleopatra, Bersyeba, Ken Dedes, Dayang Sumbi...”
+ ,”Iya dong, Bang. Adik suka membaca kisah-kisah sejarah, khususnya para perempuan tercantik di jamannya atau mitos-mitos.”
- ,”Adik bukanlah mitos atau legenda. Kalo mereka bertemu Adik, niscaya para legendariwati itu akan divonis sebagai kebohongan sejarah yang salah kaprah.”
***
gombalmukelo
501
***
+ ,”Waduh, kecoak, Bang! Makanan enak sudah dihinggapinya!”
- ,”Kecoak saja tahu makanan enak, apalagi Abang, yang tahu siapa yang tercantik di dunia ini! Siapa lagi kalo bukan Adik!”
***
gombalmukelo
502
***
+ ,”Sering lembur, mata Abang semakin sipit.”
- ,”Semakin sipit berarti semakin jelas memandang pesona diri Adik.”
***
gombalmukelo
503
***
- ,”Adik bisa dengar suara jangkrik itu?”
+ ,”Jelas, Bang. Dia menjerit melengking-lengking, mengharap hujan sudi membasuh bumi yang gersang.”
- ,”Abang pun berharap, Adik bisa mendengar jeritan hati Abang yang sangat mendambakan Adik menjadi kekasih Abang.”
***
gombalmukelo
504
***
- ,”Adik tahu, nggak, seekor hewan apa yang paling setia kepada manusia?”
+ ,”Kata orang sih, anjing, Bang.”
- ,”Ya! Meski Abang jauh lebih buruk daripada seekor anjing, Abang akan setia pada Adik.”
***
gombalmukelo
505
***
+ ,”Abang ini, sudah Adik buatkan kopi, malah dibiarkan sampai dingin dan dicemplungi cecak.”
- ,”Kapankah Adik berkenan membuka telaga hati Adik agar Abang bisa nyemplung, menikmati sejuknya ketika terik tengah hari dan hangat ketika gigil malam hari di situ?”
***
gombalmukelo
506
***
+ ,”Wah, ada kata-kata bijak nih, Bang. Kalo ingin dihargai, belajarlah untuk menghargai terlebih dulu, dan mulailah menghargai.”
- ,”Ya, pas untuk Adik, kayaknya. Sama juga dengan ‘kalo ingin dicintai, mulai belajarlah mencintai’. Sebelum Adik mencintai pria lain, belajarlah mencintai Abang. Begitu lho.”
***
gombalmukelo
507
***
+ ,”Barusan, di pajangan foto kawan fesbuk Adik terlihat awan yang indah luar biasa, Bang.”
- ,”Coba Adik perhatikan baik-baik. Di awan-awan itu pasti tergantung gumpalan-gumpalan cinta Abang yang hanya untuk Adik seorang.”
***
gombalmukelo
508
***
+ ,”Abang benar-benar kuli teladan. Mau repot bawa linggis, cangkul dan sekop. Mau menggali untuk pondasi ya, Bang?”
- ,”Mau menggali hati Adik untuk mencari cinta yang Adik pendam itu.”
***
gombalmukelo
509
***
- ,”Dik, kenapa air berguguran dari pelupuk mata Adik?”
+ ,”Kawannya Adik, Bang, jadi korban jatuhnya pesawat Sukhoi di kawasan Gunung Salak, Bogor.”
- ,”Oh! Abang turut berduka, Dik. Kawannya Adik adalah kawan Abang. Duka Adik adalah duka Abang. Air mata Adik adalah wakil bagi belasungkawa di hati Abang paling dalam.”
***
gombalmukelo
510
***
- ,”Masih berdukakah, Dik?”
+ ,”Masih, Bang.”
- ,”Berikan saja segudang duka Adik itu untuk Abang, biar Abang gantikan dengan sebandara sukacita untuk Adik.”
***
gombalmukelo
511
***
+ ,”Otak-otak itu akan sedap rasanya kalo pakai kuah tauco, Bang.”
- ,”Lebih sedap lagi kalo gratis, dan paling sedap kalo menikmatinya berdua Adik.”
***
gombalmukelo
512
***
+ ,”Adik kangen minum teh fu sui, makan otak-otak, enjan, bujan, empek-empek, kemplang, keretek, es puter, pantiauw, dan seterusnya, Bang.”
- ,”Abang juga begitu. Kayaknya, kita berdua sehati, serasa, seselera, Dik; sama-sama mengangeni jajanan khas Bangka. Tinggal atur waktu, kita mudik dan merayakan kesehatian kita ini.”
***
gombalmukelo
513
***
+ ,”Malam Minggu begini biasanya banyak yang nongkrong. Abang masih suka nongkrong?”
- ,”Abang nongkrongin Adik saja deh.”
***
gombalmukelo
514
***
+ ,”Bang, tidak sedikit orang berumah tangga itu bilang, ‘hidup berumah tangga sama saja dengan hidup terpenjara’. Mereka kehilangan kemerdekaannya, begitukah?”
- ,”Kasihan ya, Dik, mereka trauma hidup di penjara. Abang tidak pernah hidup di penjara, jadinya, Adik percaya saja pada Abang, bahwa cinta Abang untuk Adik juga menjamin kemerdekaan Adik.”
***
gombalmukelo
515
***
+ ,”Banyak orang lajang menginginkan cinta tanpa syarat dari calon pasangannya.”
- ,”Sebenarnya mereka sudah membuat syarat kepada calon pasangannya. Kalo Abang sih, yang penting kesepakatan kita berdua, Dik. Sama-sama enak, sama-sama bahagia. Abang akan selalu membahagiakan Adik.”
***
gombalmukelo
516
***
- ,”Biyuh, biyuh, panasnya hari ini di luar sana. Di sini sejuk, Dik.”
+ ,”Seperti di padang pasir pada musim kemarau ya, Bang?”
- ,”Ya, dan Abang menemukan oase serta sumber mata air di sini, yaitu Adik.”
***
gombalmukelo
517
***
+ ,”Wah, antriannya panjang, Bang. Kita hampir nggak kebagian. Cuma dapat buntutnya.”
- ,”Sabar, Dik. Abang juga antri mendapatkan cinta Adik, meski Abang di bagian buntut.”
***
gombalmukelo
518
***
+ ,”Abang, kenapa sih megang gelasnya begitu amat, kayak takut banget kalo jatuh?”
- ,”Abang sering membayangkan setiap gelas seperti hati Adik. Abang harus memperlakukannya sebaik mungkin.”
***
gombalmukelo
519
***
+ ,”Hei, Bang, ngapain di pucuk atap gitu? Ayo turun. Kita minum kopi. Tidak usah gombal-gombalan, mau metik bintang untuk Adik!”
- ,”Eh, Adik, ke mana aja? Dari tadi Abang berdiri di sini, mencari-cari diri Adik di antara bintang-bintang itu.”
***
gombalmukelo
520
***
- ,”Dik, apa yang kira-kira bakal Adik rasakan kalo musim kemarau terjadi selama satu tahun?”
+ ,”Banyak kekacauan, Bang!”
- ,”Begitu juga jika tiada senyuman Adik dalam satu hari saja.”
***
gombalmukelo
521
***
- ,”Dik, SMS dari Abang nyampai, nggak? ”
+ ,”Nyampai, Bang. Tapi maaf, belum ada pulsa untuk membalasnya.”
- ,”Lho, kenapa nggak bilang lewat SMS? Kalo Adik bilang lewat SMS, ‘Bang, pulsa Adik habis, tolong isi ya’, pastilah Abang isikan. Minimal seratus ribu, Dik. Soalnya, setiap huruf dari SMS Adik, khasiatnya seperti suplemen atau doping bagi Abang.”
***
gombalmukelo
522
***
- ,”Halo, Adik cantik. Apa kabar?”
+ ,”Eh, Abang. Satu hari nggak kelihatan, ke mana saja? Adik cari-cari, kok nggak muncul.”
- ,”Sengaja sembunyi. Abang mau tahu, satu hari saja Abang sembunyi, Adik kangen, nggak, ya? Kalo sudah ada kangen, ini pertanda baik untuk Abang. Sangat bersejarah, dan Abang catatkan di dinding hati Abang.”
***
gombalmukelo
523
***
+ ,”Barusan makan apa, Bang? Kayak enak banget mengulumnya?”
- ,”Mengulum senyuman Adik. Memang enak banget!”
***
gombalmukelo
524
***
+ ,”Di grup FB kawan-kawan kuliah Abang sedang melakukan absensi, lengkap dengan nomor mahasiswanya. Kok nama Adik nggak ada ya, Bang?”
- ,”Lho, Adik dulu kuliah di mana ya? Tapi, yakinlah, nama Adik selalu ada di hati Abang. Biarlah Abang sendiri yang akan sering menyebutnya.”
***
gombalmukelo
525
***
- ,”Jangan kau nikahi bidadari dungu.”
+ ,”Lho, apa maksud Abang?”
- ,”Itu pesan Pak Penghulu Larsi de Isral, Urang Awak yang kini berdinas di Belitung, Dik.”
+ ,”Apa hubungannya dengan Adik, Bang?”
- ,”Adik lebih cantik daripada ratu bidadari, dan Adik pun cerdas. Mujurnya lagi Adik tidak seperti ratu dusta, yang terseret kasus Wisma Atlit, dan lain-lain. Jadi, pesan Pak Penghulu itu bisa Abang abaikan.”
***
gombalmukelo
526
***
+ ,”Nomor mahasiswa Abang dulu berapa?”
- ,”6284, Dik.”
+ ,”Wah! Nomor genap semua! Tapi kenapa, kata kawan Abang, Abang nggak genap?”
- ,”Nggak genap? Maksud Adik?”
+ ,”Kurang waras, Bang.”
- ,”O, itu sih karena belum berjumpa dengan Adik. Kini Adik yang menggenapinya.”
***
gombalmukelo
527
***
+ ,”Abang dulu kuliah di universitas abal-abal ya?”
- ,”Bengkulu ya Bengkulu, Dik. Semarang ya Semarang.”
+ ,”Universitas di Bengkulu lalu ke Semarang, Bang? Mana yang benar nih?”
- ,”Maksud Abang, dahulu ya dahulu. Sekarang ya sekarang.”
+ ,”Lha apa hubungannya dulu dan sekarang soal universitas?”
- ,”Sekarang Abang kuliah di Jurusan Rindu Universitas Cinta, dan Adik adalah masa depan Abang. Sekarang cinta Abang tidak abal-abal, dan kelak akan terwujud bersama Adik, itu yang terpenting, Dik.”
***
gombalmukelo
528
***
- ,”Lagi ngamuk dari pasar ya, Dik?”
+ ,”Asal deh si Abang. Ini belanjaan untuk masak hari ini. Nanti Abang datang ya?”
- ,”O, jelas, Dik! Adik ini cantik, cerdas, dan cekatan pula membuat Pak Bondan Maknyus kewalahan memberi keempat jempolnya untuk masakan Adik!”
***
gombalmukelo
529
***
- ,”Lady Gaga dilarang tampil di Indonesia karena...”
+ ,”Dikuatirkan merusak penampilan para pedangdut koplak, Bang.”
- ,”Padahal, bagi Abang, penampilan Adik-lah yang paling memancarkan segala pesona. Tidak nonton aksi mereka, tidak masalah. Tapi, kalo satu hari tidak memandang penampilan Adik, Abang bisa kena mimpi buruk.”
***
gombalmukelo
530
***
+ ,”Ribut-ribut soal pelarangan konser Lady Gaga dan pembiaran konser dangdut bergairah, Abang suka nonton konser apa?”
- ,”Maksud Adik, konser musik macam itu?”
+ ,”Nggak usah mutar-muter, Bang. Ayo, konser cewek mana nih yang paling Abang suka? Jangan-jangan Trio Kucing, Julia Perez, Dewi Persik, Syahrini, atau...”
- ,”Sambil menunggu Adik bikin konser, yah, mau-nggak mau konsernya Cherry Belle saja deh. Lagunya bagus banget untuk membangkitkan rasa percaya diri perempuan. You’re beautifuuuuul... beautiful... beautiful... Kamu cantik, Dik... Cantik, Dik... Cantik, Dik. Kamu cantik tiada tertaraaaaa...”
***
gombalmukelo
531
***
- ,”Kegiatan sehari-hari Adik, apa saja?”
+ ,”Bangun tidur nih ya, Bang, terus senam, mandi, sarapan, merawat tanaman atau membaca buku...”
- ,”Oh! Luar biasa! Ternyata begitu cara Adik menjaga kecantikan!”
***
gombalmukelo
532
***
+ ,”Bang, kotak hitam pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh itu sudah ditemukan!”
- ,”Cepat sekali ya? Abang mencari kotak hitam di hati Adik, malah belum juga ketemu sampai detik ini!”
***
gombalmukelo
533
***
- ,”Jangan mudah mengucapkan ‘cinta’ jika Anda tidak berani bertanggung jawab atas cinta.”
+ ,”Ha ha ha... Abang banget itu! Makanya, Bang, menahan rasa itu penting.”
- ,”Ini kata-kata bijak dari seorang penganut poligami. Istrinya enam, dan dia sangat bertanggung jawab pada semua istrinya.”
+ ,”Waduh! Lantas Abang mau mengikuti jejaknya?”
- ,”Abang, kan, pernah bilang, ‘apalah guna mengharap banyak, sedangkan satu di depan mata saja belum juga diraih’. Biarlah satu asalkan itu adalah diri Adik seorang.”
***
gombalmukelo
534
***
+ ,”Adik kangen melihat kunang-kunang, Bang. Kalo Abang?”
- ,”Adiklah dewi kunang-kunang, yang menerangi setiap sudut jiwa Abang ketika malam menerkam bumi ini.”
***
gombalmukelo
535
***
+ ,”Bahaya mana bagi Indonesia, Bang; konser Lady Gaga ataukah korupsi Angie Kio?”
- ,”Lebih bahaya kalo cinta Abang ini tidak Adik terima. Hati Abang pasti hancur-lebur.”
***
gombalmukelo
536
***
+ ,”Bang, sebenarnya Adik ingin curhat. Tapi Adik kuatir, nanti Abang kira Adik sudah tertular penyakit presiden.”
- ,”Telinga dan hati Abang selalu tersedia untuk Adik seorang.”
***
gombamukelo
537
***
- ,”Rambut Adik jangan dipotong ya.”
+ ,”Kalo dipotong, kenapa, Bang?”
- ,”Nasib cinta Abang terselip di situ.”
***
gombalmukelo
538
***
+ ,”Ulang tahun Abang kapan sih?”
- ,”Ada apa dengan ulang tahun Abang, Dik?”
+ ,”Mau minta ditraktir Abang.”
- ,”Soal traktir begitu, kapanpun Abang siap berikan. Tidak perlu menunggu hari ulang tahun Abang, Dik.”
***
gombalmukelo
539
***
- ,”Penemuan teknologi terhebat sepanjang abad, apa ya, Dik?”
+ ,”Listrik, Bang.”
- ,”Ya, menurut Adik. Menurut Abang, yang terhebat adalah penemuan atas diri Adik yang selalu menyetrum segala rasa Abang.”
***
gombalmukelo
540
***
- ,”Adik suka menari?”
+ ,”Sama sekali tidak, Bang.”
- ,”Ya, Abang paham, sebab Adik hanya menari di dalam mimpi-mimpi indah Abang.”
***
gombalmukelo
541
***
+ ,”Abang, kan ,dulunya belajar ilmu eksakta, ilmu pasti. Tapi kenapa kini malah mendamba sesuatu yang tidak eksak alias tidak pasti?”
- ,”Misalnya apa, Dik?”
+ ,”Berharap banget pada balasan cinta Adik, bahkan seolah-olah Adik sudah menjadi kekasih Abang.”
- ,”Adik adalah suatu wujud kuantum yang nyata dalam pikiran Abang, meski belum membalas cinta Abang.”
***
gombalmukelo
542
***
+ ,”Halo? Halo? Bang? Abang? Halo?”
- ,” Eh, iya, Dik. Silakan.”
+ ,”Tatapan kosong bisa dimasuki hantu lho, Bang. Jangan dibiasakan.”
- ,”Di beranda ini Abang benar-benar melihat dan didatangi bidadari yang nyata!”
***
gombalmukelo
543
***
+ ,”Masihkah Abang terkenang pada para mantan kekasih Abang?”
- ,”Sejak jumpa Adik, semua kenangan tiba-tiba lenyap tanpa bekas! Sungguh luar biasa diri Adik mengisi seluruh helaian ingatan sekaligus impian Abang.”
***
gombalmukelo
544
***
- ,”Aneh, kelihatannya Adik tengah bingung?”
+ ,”Iya. Sandal sebelah kanan Adik hilang nih, Bang.”
- ,”Abang juga, Dik. Sebelah hati Abang sudah lama menunggu pasangannya nih.”
***
gombalmukelo
545
***
- ,”Tidak singgah ke rumah Abang dulu, Dik?”
+ ,”Maaf, Bang, Adik lagi nggak bisa singgah nih. Lain waktu saja ya?”
- ,”Oke deh, asalkan senyum Adik sudah sudi singgah di hati Abang, sudah membuat hari ini Abang disinggahi.”
***
gombalmukelo
546
***
+ ,”Katanya, ‘perempuan berasal dari tulang rusuk laki-laki’. Benar mutlak begitu, Bang?”
- ,”Iya. Dulu Abang merasa ada yang nggak beres di rusuk Abang. Tapi, begitu bertemu Adik, ketidakberesan itu pun langsung terselesaikan dengan sukses!”
***
gombalmukelo
547
***
+ ,”Kalo suami memukuli istrinya, gimana, Bang?”
- ,”Kalo Adik tulang rusuk Abang, betapa tidak warasnya Abang memukuli tulang rusuk Abang sendiri.”
***
gombalmukelo
548
***
+ ,”Kalo Adik jadi tulang rusuk Abang, gimana, Bang? Ini untuk meyakinkan Adik, Bang.”
- ,”Mendingan nyata, Dik, nggak pakai ‘kalo’. Ibarat dunia persilatan, seorang pendekar, semisal Barda Mandrawata, selalu melindungi rusuknya dari serangan lawan. Begitu pula Abang, Dik.”
***
gombalmukelo
549
***
- ,”Dik, suka olah raga menyelam alias diving, nggak?”
+ ,”Waduh! Itu yang masih menjadi impian Adik, Bang! Abang mau menyelam?”
- ,”Ya. Tapi nanti. Sementara ini impian Abang adalah menyelami hati Adik.”
***
gombalmukelo
550
***
+ ,”Harta karun di laut sekitar Bangka ternyata buanyak banget ya, Bang!”
- ,”Sudah tidak diragukan lagi.”
+ ,”Adik dengar-dengar, Abang akan diajak pamannya Abang untuk menyelam dan menikmati wujud harta karun itu di Bangka. Iya, kan?”
- ,”Benar, Dik. Saat ini Abang baru menyadari bahwa harta karun paling dahsyat itu ternyata yang ada di depan mata Abang. Adik seorang!”
***
gombalmukelo
551
***
+ ,”Bang, ajak-ajak Adik dong, kalo mau menyelami pantai-pantai di Bangka.”
- ,”O, itu pasti. Sekarang, selami dulu teluk hati Abang, Dik, karena di dalamnya telah terlukis panorama pantai-pantai itu bersama cinta yang indah milik Abang.”
***
gombalmukelo
552
***
- ,”Adik pernah makan kerupuk belinyu bangka?”
+ ,”Belum, Bang. Tapi kata kawannya Adik, kerupuk asli sana itu pasti diberasa ikan.”
- ,”Kerupuk paling mantap sedunia, Dik. Yang tidak mantapnya, kalo Adik menolak cinta Abang. Bisa remuk hati Abang, melebihi kerupuk dipukuli.”
***
gombalmukelo
553
***
+ ,”Tinggal di daerah pesisir, asyik ya kalo punya kapal pesiar, Bang.”
- ,”Seindah, semewah, bahkan sehebatnya kapal pesiar, lebih indah Adik ketika berenang.”
***
gombalmukelo
554
***
+ ,”Ulat, sering dihujat. Tapi ulat sutra, luar biasa ya, Bang! Kain sutra! Termahal tapi bukan buatan pabrik yang berisi orang-orang hebat.”
- ,” Tapi hati Adik jauh lebih lembut daripada seluruh sutra bermutu sedunia.”
***
gombalmukelo
(terima kasih, Rukmi Wisnu Wardani alias Dani Jenong)
555
***
+ ,”Nih, Bang, Adik pamerkan foto-foto hasil jepretan Adik selama ini. Tapi yang satu ini, yang bunga putih ini, paling bagus, menurut Adik. Bentuknya dan basahnya oleh embun. Indah, dan menyejukkan. Bagaimana menurut pendapat Abang?”
- ,”Bunga yang indah, bersih dan menyejukkan itu tidaklah mampu mengalahkan pesona Adik.”
***
gombalmukelo
(terima kasih lagi, Dani!)
556
***
- ,”Maaf, Dik, foto-foto bagus milik Adik itu Abang ambil untuk Abang pajang di dinding fesbuk Abang.”
+ ,”Ya, nggak apa-apa, Bang. Yang penting, Abang tetap mencantumkan nama Adik sebagai pemilik property-nya.”
- ,”Sebenarnya Abang ingin memiliki diri si pemiliknya, Dik. Tapi biarlah foto-foto itu dulu yang bisa banggakan.”
***
gombalmukelo
557
***
- ,”Dik, hati-hati memakai gincu karena sebagian gincu bermerk terkenal masih mengandung timbal, senyawa berbahaya.”
+ ,”Iya, Bang. Adik selalu memperbarui pengetahuan Adik soal gincu dan semua kosmetika.”
- ,”Padahal pasang-surut industri kosmetika dunia ini tergantung pada pesona penampilan Adik.”
***
gombalmukelo
558
***
- ,”Lho, tumben, Adik pakai gincu?”
+ ,”Sekali-sekali, Bang. Ini juga baru nyoba kok.”
- ,”Bagi Abang, keaslian rona bibir Adik justru lebih bagus daripada dipoles dengan gincu meski bermerk terkenal sekalipun!”
***
gombalmukelo
559
***
- ,”Ada masalah apa, Dik, kok dari tadi mondar-mandir sambil cemberut kayak belut di beranda? Sepertinya menunggu seseorang?”
+ ,”Tukang antar gas nggak datang-datang, padahal sudah berkali-kali Adik telpon, Bang!”
- ,”Dik, barangkali dia tiba-tiba kena stroke karena kaget ditelpon oleh seorang bidadari. Biasanya dia ditelpon Bik Dari, yang suka nagih hutang.”
***
gombalmukelo
560
***
+ ,”Abang pengagum Cherry Belle yang paling fanatik ya?”
- ,”O, nggak terlalu, Dik. Mereka memang bagus-bagus, kompak. Tapi soal cantik dan penampilan, o, tentu Adik lebih segala-galanya.”
***
gombalmukelo
561
***
+ ,”Makanan khas Bangka memang terkenal enak ya, Bang?”
- ,”Terkenal sejak Indonesia belum merdeka, Dik.”
+,”Duuuh, sombongnya si Abang.”
- ,”Itu kenyataan, Dik. Tapi, kenapa kok tiba-tiba nyinggung soal itu?”
+ ,”Ayu Ting-Ting sangat suka tuh, Bang.”
- ,”Ah, siapa sih ‘Alamat Palsu’ itu? Kalo Adik belum mengakui kelezatan makanan khas Bangka, apalah hebatnya pujian para artis semacam itu.”
***
gombalmukelo
562
***
+ ,”Sebentar nengok jam dinding. Sebentarnya lagi, nengok kalender. Lalu cengar-cengir. Ada rencana penting hari ini, ataukah tadi ada kejadian lucu, Bang?”
- ,”Abang ini benar-benar dungu, Dik.”
+ ,”Lho, itu, kan, bukan masalah baru, Bang? He he he he... Tapi kali ni dungunya bagaimana, Bang?”
- ,”Gadis-gadis masa lalu Abang. Benar-benar dungu Abang ini. Semua sia-sia saja setelah bertemu Adik.”
***
gombalmukelo
563
***
+ ,”Pepohonan dan tanaman aneka hijau. Bebunga aneka warna. Telaga yang asri. Awan bergumulan dengan langit yang bebiruan. Lukisan alam yang sangat indah ya, Bang?”
- ,”Sama sekali kurang indah tanpa ada sosok Adik di dalamnya.”
***
gombalmukelo
564
***
- ,”Siap-siap mau hari raya nih?”
+ ,”Eh, Abang. Lagi lihat harga-harga baju, Bang. Survey harga sebelum belanja.”
- ,”Kalo Adik menyurvey hati Abang, pasti Adik akan temukan sosok Adik dalam busana kerajaan.”
***
gombalmukelo
565
***
+,”Terima kasih, Bang, sudah membantu membuka pintu rumah Adik. Sebenarnya kuncinya sudah harus diganti, Bang. Tapi belum sempat.”
+ ,”Jangan kuatir, Dik. Abang bisa bereskan. Dan, kunci pintu hati Abang sudah milik Adik seorang.”
***
gombalmukelo
566
***
+ ,”Abang bisa meramal mimpi?”
- ,”Meramal mimpi? Apa susahnya, Dik.”
+ ,”Begini, Bang. Semalem Adik mimpi, tangan kanan Adik lepas, melesat, dan menuju...”
- ,”Oooo... itu sebenarnya Adik punya niat selalu baik, yaitu membantu orang lain. Adik juga ramah, tapi bukan rajin menjamah lho ya. Nah, di sisi lain, hati Adik ingin menggapai hati seseorang. Sayangnya, Adik memungkiri diri, sehingga tangan kanan Adik lepas demi menjangkau hati yang mendamba. Selama ini, kan, Abang yang paling blak-blakkan mendamba balasan cinta Adik.”
***
gombalmukelo
567
***
+ ,”Bang, kalo rindu tidak terjawab, betapa galaunya ya?”
- ,”Tidak perlu galau, Dik. Kalo rindu Adik untuk Abang, tidak perlu pertanyaan apalagi jawaban.”
***
gombalmukelo
568
***
+ ,”Banyak lelaki yang mendambakan kekasihnya apalagi calon istri berkarakter seperti ibunya si lelaki. Abang begitu, nggak?”
- ,”Abang hanya mendambakan Adik. Bukan ibu-ibu apalagi ibu negara, Dik.”
***
gombalmukelo
569
***
+ ,”Sudah kesekian kali Abang mencicipi masakan Adik, giliran masakan kali ini, gimana rasanya, Bang?”
- ,”Mmmmmm...”
+ ,”Kalo masakan Adik tidak seenak masakan ibunya Abang di rumah, Adik minta maaf ya, Bang.”
- ,”Meskipun Abang bukan Bondan Maknyus, masakan Adik kali ini pun bercita rasa unik, sensasional, eksotik, dan tidak bisa disanding-bandingkan dengan masakah ibunya Abang, Dik.”
***
gombalmukelo
570
***
+ ,”Keren ya, bangunan SD-nya Abang! Bangunan gaya Belanda. Tidak ada perubahan, walaupun lebih setengah abad umurnya. Kokoh dan sejuk meski tanpa kipas angin dan AC. Mutunya internasional ya, Bang.”
- ,”Tidak jauh berbeda dengan bangunan cinta dalam diri Abang untuk Adik.”
***
gombalmukelo
571
***
- ,”Selamat hari Selasa, Dik!”
+ ,”Selasa yang luar biasa, Bang!”
- ,”Setiap hari Adik memang luar biasa!”
***
gombalmukelo
572
***
+ ,”Makin hari orang-orang makin mengurangi mutu produksinya, Bang. Ada kemerosotan nilai dalam diri mereka ya, Bang?”
- ,”Memang mereka masih suka main perosotan, Dik, di saat Adik begitu tekun memaknai dan menerapkan kedewasaan.”
***
gombalmukelo
573
***
+ ,”Duuuh, Abang, kalo satu hari belum minum kopi, lantas disuguhi kopi, jadi lupa segala-galanya!”
- ,”Iya... Rasanya kopi ini begitu meresap bersama cinta Adik yang diam-diam telah bersenyawa dengan kopi ini.”
***
gombalmukelo
574
***
+ ,”Pernahkah Abang berkonsultasi dengan ahli rambut mengenai botak depan Abang itu? Apakah ada masalah di pori-pori Abang?”
- ,”Dik, pori-pori jidat Abang sengaja Abang bebaskan untuk menerima langsung setiap pesan gerimis yang berisi bayangan wajah Adik beserta kerinduan di dalamnya.”
***
gombalmukelo
575
***
- ,”Dinner begini ini yang Abang idam-idamkan sejak kenal pepatah Jawa, ‘Weteng tresna jalaran seka kuliner’, Dik.”
+ ,”Artinya apa, Bang?”
- ,”Cinta dimulai karena keseringan makan bersama. Ini dinner berdua. Adik buktikan sendiri ampuhnya pepatah itu, dan dahsyatnya cinta dalam kebersamaan dinner.”
***
gombalmukelo
576
***
- ,”Lihatlah truk-truk merayapi jalan aspal Handil yang bergelombang bagai permukaan sungai Mahakam, Dik.”
+ ,”Mereka mengangkut isi perut bumi, Bang. Sejak subuh berjumpa subuh lagi. Non stop.”
- ,”Tapi rindu Abang pada Adik melebihi seluruh angkutan dalam truk-truk itu.”
***
gombalmukelo
577
***
+ ,”Pohon durian dibonsai. Kelapa, kelengkeng, matoa, sawo, rambutan... Semuanya Abang bonsai dalam pot. Lagi coba-coba, Bang?”
- ,”Iya. Hanya pohon cinta Abang untuk Adik yang tidak bisa Abang jadikan bonsai.”
***
gombalmukelo
578
***
- ,”Buku adalah jendela budaya.”
+ ,”Mata adalah jendela hati, Bang.”
- ,”Lihat mata Abang, Dik, temukan isi hati Abang, yang penuh cinta untuk Adik seorang.”
***
gombalmukelo
579
***
+ ,”Lagi cari kopi ya, Bang?”
- ,”Eh, Adik. Nggak. Abang mau coba teh celup.”
+ ,”Tidak semua produk teh celup itu enak rasanya lho, Bang.”
- ,”Pantesan dari tadi Abang merasa enak. Ternyata Adik telah mencelupkan cinta di hati Abang.”
***
gombalmukelo
580
***
+ ,”Mata Abang itu sangat menggoda lho. Bisa bikin klepek-klepek para perempuan.”
- ,”Mata pencaharian Abang bisa bikin mereka lari terbirit-birit ya, Dik? Hanya Adik yang tidak menilai seperti mereka, melainkan pada ketulusan dan semangat hidup.”
***
gombalmukelo
581
***
+ ,”Hari ini, pagi tidak seperti biasa, Bang.”
- ,”Ada kejadian apa, Dik?”
+ ,”Pagi-pagi Adik disuguhi sarapan gombal.”
- ,”Bersyukurlah, Dik. Gombal yang tulus bisa memberi semangat percaya diri menghadapi tantangan hidup. Lha daripada sarapan sumpah serapah, Dik.”
***
gombalmukelo
582
***
+ ,”Bang, waktu pasar kebakaran, komentar walikota, ‘Kalau sengaja dibakar, berarti biadab.’ Memang biadabkah, Bang?”
- ,”Itu komentar gombal, Dik. Mujurlah Adik, yang selama ini tidak mudah terjebak gombal biadab, karena mata hati nurani Adik sebening embun pagi di belantara tropis yang perawan.”
***
gombalmukelo
583
***
+ ,”Puasa Senin-Kamis, untuk apa, Bang?”
- ,”Meneguhkan niat; niat mencintai Adik.”
***
gombalmukelo
584
***
+ ,”Masih menyimpan surat-surat cinta masa silam, Bang?”
- ,”Telah hangus, Dik, jauh sebelum Adik menyalakan cinta yang baru di hati Abang ini.”
***
gombalmukelo
585
***
- ,”Selamat pagi, Adik yang cantik dan asyik.”
+,”Abang! Tumben!”
- ,”Tumben?”
+,”Pakaian serba putih, rapi, sudah mandi, wangi...”
- ,”Abang berniat mengunjungi kuil hati Adik, memuja cinta, dan memohon pengabulan cinta.”
***
gombalmukelo
586
***
+ ,”Perjalanan lewat air manakah yang sudah Abang susuri di Kaltim?”
- ,”Sedikit saja, Dik. Menyusuri sebagian sungai Mahakam, menuju pulau Tunu, atau biasa dikenal dengan Delta Mahakam.”
+ ,”Naik apa, Bang? Sampainya cepat ya?”
- ,”Naik perahu alias ketinting dari dermaga kecil di Sanga-sanga. Lamanya cuma empat jam. Perjalanan yang menjemukan.”
+ ,”Menjemukan? Kan asyik, Bang! Kata orang, bisa melihat hutan tepian sungai, barisan nipah, monyet-monyet, kapal dan tongkang pengangkut batubara, dermaga milik perusahaan minyak, penanda bagi transportasi air, cerobong api pengeboran minyak, dan lain-lain. Selama ini Abang, kan, belum pernah melihat hal-hal semacam itu?”
- ,”Kalo berdua dengan Adik, pasti perjalanan itu jadi menyenangkan, Dik.”
***
gombalmukelo
587
***
+ ,”Hari Kamis ini sebagian Balikpapan tenggelam oleh banjir ya, Bang?”
- ,”Iya. Meski belum separah tahun 2005, banjir kali ini cukup tinggi hanya dipicu hujan sepersekian hari.”
+ ,”Rumah Abang, bagaimana? Ikut tenggelam?”
- ,”Kebetulan saja aman, Dik. Tapi hati Abang telanjur tenggelam oleh banjir rindu pada Adik.”
***
gombalmukelo
588
***
+ ,”Investasi di perumahan, memang menguntungkan secara keuangan, ternyata bisa juga berarti invetasi becana di kemudian hari ya, Bang?”
- ,”Maklum, Dik, keserakahan seolah mendapat kesempatan dan permakluman. Cinta akan uang adalah derita bagi orang lain.”
+,”Iya, Bang. Satu orang bisa memiliki rumah lebih dari tiga buah. Sementara yang memang membutuhkan rumah, masih saja tidak dianggap ‘manusia’. Maka, itulah investasi bencana, Bang.”
- ,”Abang selalu berinvestasi cinta untuk Adik, mudah-mudahan tidak menjadi bencana cinta bagi yang lain, Dik.”
***
gombalmukelo
589
***
+ ,”Nyanyian unggas menjadikan pagi selalu ceria ya, Bang.”
- ,”Sapa dan senyum Adik menjadikan pagi Abang selalu cerah, Dik.”
***
gombalmukelo
590
***
+ ,”Gempa Sumatera itu sampai pulau Bangka, nggak, Bang?”
- ,”Nggak, Dik. Tapi kehadiran Adik sempat menjadi gempa di dada Abang.”
***
gombalmukelo
591
***
+ ,”Cinta yang sederhana itu bagaimana, Bang?”
- ,”Tiada kata, hanya perbuatan yang ada.”
+ ,”Kalo cintanya Abang, sederhana nggak ya?”
- ,”Cintanya Abang menjelma dalam wujud Adik.”
***
gombalmukelo
592
***
- ,”Duhai, rajin sekali si Adik! Senanglah Abang jika diperkenankan memiliki diri Adik.”
+ ,”Eh, Abang. Dari pagi sampai sore, masih saja menggombal. Ini kegiatan sore, Bang. Bersih-bersih.”
- ,”Maukah Adik juga membersihkan sampah-sampah cinta usang dalam hati Abang?”
***
gombalmukelo
593
***
- ,”Hat chiiiiiiii!”
+ ,”Nah, Abang terserang virus flu tuh! Memang perubahan cuaca yang drastis begini sering membawa virus, Bang. Abang sering mengalami hal ini juga ya?”
- ,”Abang malah sering terserang virus rindu pada Adik.”
***
gombalmukelo
594
***
- ,”Tuh, panggilan ketel air panas sudah melengking, Dik.”
+ ,”Abang mau minum apa? Mau jeruk hangat?”
- ,”Ya, asyik tuh, jeruk hangat. Sekalian Abang menunggu panggilan cinta Adik yang merdu nih.”
***
gombalmukelo
595
***
+ ,”Orang pintar minum ‘Tolak Angin’. Orang bodoh tidak masuk angin. Adik minum ‘Tolak Miskin’. Kalo Abang, minum apa?”
- ,”Abang minum ‘Tolak Godaan Wanita Lain’, Dik, karena Adik sudah meresap dalam pori-pori sampai jantung hati Abang.”
***
gombalmukelo
596
***
- ,”Dik, Abang mau berpantun ya?”
+ ,”Mau dengar dong, Bang.”
- ,” Secarik batik siap dibingkiskan, tidak perlu lagi dibayang-bayang.”
+ ,”Maksudnya, Bang?”
- ,” Kecantikan Adik tak terlukiskan, membuat Abang mabuk kepayang.”
***
gombalmukelo
597
***
+ ,”Bagi Abang, Yogyakarta itu apa?”
- ,”Rumah kedua Abang, Dik.”
+ ,”Jadi, Bangka itu rumah pertama ya, Bang?”
- ,”Ya. Dan Adik adalah rumah abadi bagi tempat tinggal cinta Abang.”
***
gombalmukelo
598
***
+ ,”Waduh, waduh! Musiknya bising banget, Bang! Dari jarak dua ratus meter masih kedengaran!”
- ,”Musik Abang memang begini, Dik. Tapi kalo cinta Adik untuk Abang, cukup dengan bisik-bisik pun terdengar nyaring di telinga Abang.”
***
gombalmukelo
599
***
+ ,”Bagi seorang laki-laki, penting manakah, karier ataukah keluarga, Bang?”
- ,”Menurut Adik, penting manakah, tangan kanan ataukah tangan kiri?”
+ ,”Waduh!”
- ,”Tapi cinta-lah yang terpenting, Dik.”
***
gombalmukelo
600
***
+ ,”Kalo boleh Adik tahu, kenapa uang bukanlah segalanya bagi hidup Abang?”
- ,”Karena Adik-lah segalanya bagi hidup Abang.”
***
gombalmukelo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar